Sabtu, 26 April 2014

Tentang Saya

Saya adalah salah satu mahasiswa Teknik Geologi Unhas angkatan 2009 yang bermukim di PKM L II, Blue Sky room K-UH. Selain belajar dibangku kuliah demi meningkatkan profesionalisme keilmuan saya,  kegiatan kepetualanganan Alam terbuka  sangat saya gemari juga, Setiap akhir pekan atau waktu libur, pergi ke Alam melalui kegiatan kepetualanganan merupakan sebuah rutinitas dan telah menjadi kebutuhan primer bagi saya. 

Sebagai calon Geologist, rutinitas kepetualanganan sangat lah bermanfaat melatih insting saya dalam memecahkan hukum-hukum alam yang sangat menakjubkan, Sungguh Anugerah yang luar biasa, Alam dengan segala fenomenanya merupakan bukti Akan Kuasa sang Pencipta. Allah telah memberikan saya kesempatan untuk mengenali lebih dekat lagi Kuasa_Nya melalui disiplin ilmu yang saya pelajari..


Menulis Merupakan cermin bagi diri sendiri.

Saya sangat menyadari bahwa menulis sangat bermanfaat bagi saya,khususnya pada saat waktu-waktu senggang ketika melakukan kegiatan di alam terbuka adalah sumber inspirasi saya. Hanya dengan bermodalkan secarik kertas dan pena, duduk manis sembari menikmati indahnya panorana alam, saya dapat melukiskan serangkaian peristiwa-peristiwa penting yang saya lalui selama berkegiatan, ternyata hal tersebut mendatangkan ilham dan membangkitkan semangat saya untuk melukiskan masa-masa suka, duka yang saya alami..
Bagi pemula memang tidak mudah untuk mulai menulis, pokoknya tulis saja, jangan dulu mengkritik. Ya, Anda harus banyak menulis dulu, baru Anda boleh mengkritik tulisan Anda sendiri. Otak manusia memang suka mengkritik. Lihatlah acara-acara televisi: Banyak sekali orang mengkritik terhadap keadaan. Itu bukan berarti buruk, bahkan pemikiran kritis itu bagus untuk memberi masukan pada yang kurang. Namun bila Anda membawa otak kritis Anda untuk menyalahkan apa yang baru Anda tulis, maka ini tidak bagus. Ia akan menghambat proses pembelajaran Anda. Terutama bagi penulis pemula.
Dengan menulis dapat membantumu menemukan siapa dirimu. Saat kamu meletakkan pena di kertas dan menuangkan pikiranmu. Kamu mulai menemukan apa yang kamu ketahui tentang dirimu sendiri. Juga tentang dunia dan fantasimu. Kamu dapat menelaah apa yang kamu suka dan benci, apa yang  menyakitkanmu dan apa yang dapat menjadi     kebutuhanmu.
Yakinlah saat menulis kamu akan pendapat unikmu sendiri. Penyair Willam Stafford mengatakan bahwa seorang penulis bukan hanya seorang yang ingin mengatakan sesuatu. Tetapi ia juga orang yang telah menemukan cara untuk mengatakannya. Menulis memungkinkamu berkomunikasi dengan pendapatmu sendiri, tampa penyaring dan penghalang yang mungkin kamu pakai saat berbicara dengan orang yang ingin kamu hindari atau senangi bahkan mereka yang ingin kamu jauhi..
 “Kalau saya tidak menulis, saya tidak akan dapat memahami apapun. Saya merasakan kebutuhan untuk memahami dan menemukan keteraturan, dengan menulis ternyata satu-satunya jalan yang saya temukan untuk memulainya”. Kutipan kata-kata Alice McDermott mendorang saya untuk  memulai sebuah tradisi yang tidak biasa, namun setelah saya mencoba menggali setiap kata-kata dan dituangkan dalam sebuah tulisan ternyata sangat berguna. Mungkin saja apa yang tertulis kata-katanya kelihatan tidak beraturan,yaaa tidak jadi masalah. Sesekali kutipan dari tulisan-tulisan yang berkenaan dihati saya kujadikan peracik rasa dalam setiap kata yang tersusun dalam sebuah tulisan saya.
                                                                                                                                             
                                                      

Jumat, 25 April 2014

Kuonoto Part I

Liburan kecil kaum kusam
Danau tanralili mungkin tak seasing dulu lagi. Sebuah anugrah Tuhan yang hampir tak pernah sepi oleh kunjungan para penikmat alam sejati. pada Jum’at 18 April 2014, sekelompok mahasiswa yang keseluruhan tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kabupaten Buol Makassar menikmati masa liburan kecilnya dengan tujuan danau tanralili kota Malino Kab Gowa Sulawesi Selatan, Liburan kecil ini merupakan hadiah dari yang Kuasa atas sebuah pencapaian generasi mereka. Melalui restorasi yang mereka lakukan, akhirnya Wadah Silaturahim bagi pemuda/i buol kini tidak lagi mati suri.
Berdasarkan ulasan saudara Tarizi(Etar) selaku Kordinator Liburan Part I, melaporkan bahwa tim yang  akan mengikuti liburan kali ini berjumlah 14 orang dengan perempuan terdiri dari (Uny,Ningsih,Nur) dan Laki-laki (Yudhi,Randy,Pikong,Aswin,Etar,Reza,Imam,Emil,Dedy,Irwin,Safar). Adanya beberapa persiapan serta kendala-kendala yang mereka hadapi sehingga tim baru meninggalkan Kediaman Ketua Umum sekitar pukul ±19.30 WITA, ruas Jalan poros yang menghubungkan Kota Makassar & kabupaten Gowa terpantau ramai dan lancar.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju danau tanralili
Sepanjang perjalannya, sedikit hambatan kerap kali terjadi, lebih-lebih setelah memasuki pedataran tinggi daerah malino yang ditandai oleh perubahan suhu yang sangat dingin. Dengan kondisi jalan yang cukup lebar dan mulus untuk dilalui sehingga tim tiba di kota malino tepat, pada pukul ± 22.00 Wita, sembari melakukan aklimatisasi dengan keadaan suhu setempat, tim mengepak kembali barang-barang mereka dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju dusun terakhir, sebelum  perjalan dilanjutkan kedanau tanralili yang insyallah dilanjutkan ke esokan harinya.


Disela-sela lelahnya perjalanan, tim sesekali melakukan sesi pemotretan


Berdasarkan arahan saudara Etar Pukul 23.23 WITA tim meninggalkan kota malino menuju dusun Lengkes dengan jarak tempuh ± 1 jam. Pada pukul 00.24 Wita Akhirnya tim tiba di Pos Pemantauan longsor bawakaraeng dusun Lengkes. Tempat tersebut dijadikan tempat peristrahatan oleh tim. Sembari merapikan parkiran barisan kendaraan, sebagian dari tim menyiapkan tempat peristrahatan yang baik (tenda) dan  tim putri juga tidak mw kalah dengan kesibukan yang sangat berguna, yakni menyiapkan kopi guna kehangatan tubuh bagi para tim lainnya,,,"Sungguh jalinan kerja sama yang baik"! Hembusan angin yang berselimutkan kabut dan nyayian serangga semakin meninabobokan kami..
Sabtu pagi pukul 06.00 Wita indahnya panorama Dusun Lengkes mulai memancarkan sinarnya megahnya, kekaguman nampak dari raut wajah kami, masyarakatnya yang ramah menambah hikmatnya keindahan Dusun Lengkes. ± 2 jam setelah menghabiskan waktu dengan sarapan di Dusun Lengkes, Kami mulai melanjutkan perjalanan menuju Danau Tanralili, tepat pada pukul ± 08.00 Wita, diawali dengan D'oa tim mulai melangkahkan kaki  menapaki jalan sempit yang beralaskan batu.
Kondisi medan yang terjal dan berbatu, menjadikan tantangan tersendiri

Dua puluh menit telah berlalu, candaan dan guraan dari saudara Yudhi,Aswin beserta kawan-kawan yang berasal dari kompi sukaria memecahkan suasana yang berbalutkan lelah. Hentakan Kaki kiri dan kanan yang kian bekerja diluar dari biasanya menjadi tantangan tersendiri bagi tim kami.
Kondisi medan yang sangat ekstrim akan terlewatkan begitu saja apabila tim mulai mendokumentasikan perjalannya,  seketika raup wajah yang penuh lelah tertutupi oleh senyum ceria dari para pemuda yang sangat luar biasa. Tidak terasa setelah  menempuh perjalanan ± 2 jam, akhirnya tim   tiba di danau tanralili, Keindahan panorama Alamnya yang khas telah membayar semua lelah yang dilalui.

                 

Dari balik kabut yang tebal serta bertaburkan bebatuan raksasa yang berdiri tegak dihadapan kami, tersirat sebuah kekaguman akan kejelasan kuasa Tuhan, semoga melalui sepenggal perjalanan ini, sedikit menyisahkan bekas yang teramat bermanfaat bagi kita!


Generasi Emas HMKB-M

Generasi Emas HMKB-M

Beruntunglah karena alam tidak membutuhkan barisan kalimat dalam tumpukan kitab-kitab tebal untuk mencatat semua hukum yang mengelilinginya. Juga tidak menunggu sidang pengadilan dengan embel-embel debat para pengacara yang mencari cela untuk mengakali hasil akhir penerapan hukum yang hendak diberlakukan. Hukum alam berlangsung dengan sendirinya, tanpa perlu persetujuan mereka yang katanya adalah maha raja.

Tidak terbayang bagaimana ruwetnya, bila elemen-elemen di alam tidak saling mempercayai. Maka setiap implikasi dari suatu konsekuensi akan selalu dicurigai sebagai suatu konspirasi untuk tujuan-tujuan tertentu bagi kepentingan yang juga tertentu. Lalu riuhlah menyimak, mengkaji, mendebat setiap hukum yang mungkin tarik menarik guna bagi kepentingan elemen yang lain. Dan keberlangsungan proses yang menjadi tanggung jawab setiap unsur akan terhambat, oleh aspek curiga dan tendensi masing-masing.

Bila pagi tidak menyertakan sinar matahari, itu bukan berarti matahari tidak terbit. Pucuk-pucuk daun yang menanti sinar itu akan tetap berproses, beradaptasi, tanpa perlu mengotori nuraninya akan prasangka tak berdasar. Sama sekali tidak ada curiga, karena nuraninya terbebas dari dengki, terbebas dari kelicikan untuk kepentingan diri atau kelompoknya. Kepercayaan akan tetap mengawali terbitnya mentari. Kemudian  akan menjadi kekuatan untuk tetap bertahan, meskipun di awal pagi ini HMKB-M lahir tanpa diiringi oleh sang mentari.

Lalu generasi kalian yang belajar dari kebobrokan tradisi kuno senior mampu menghimpun kepercayaan dan harapan dari masing-masing individu saudaramu tilo rlipu a makassar. Ingat, kegagalan hampir pasti selalu menyertai di dalam setiap lakon interaksimu, hanya dengan meningkatkan etos kerja yang berbalutkan cinta, yakin dan percaya pasti kalian akan menikmati hasil kinerjamu. karena cinta yang kalian miliki menyisakan terlalu banyak tempat untuk menyemai apatisme dalam dirimu.