Generasi Emas HMKB-M
Beruntunglah karena
alam tidak membutuhkan barisan kalimat dalam tumpukan kitab-kitab tebal
untuk mencatat semua hukum yang mengelilinginya. Juga tidak menunggu sidang
pengadilan dengan embel-embel debat para pengacara yang mencari cela untuk
mengakali hasil akhir penerapan hukum yang hendak diberlakukan. Hukum alam
berlangsung dengan sendirinya, tanpa perlu persetujuan mereka yang katanya adalah
maha raja.
Tidak terbayang
bagaimana ruwetnya, bila elemen-elemen di alam tidak saling mempercayai. Maka
setiap implikasi dari suatu konsekuensi akan selalu dicurigai sebagai suatu
konspirasi untuk tujuan-tujuan tertentu bagi kepentingan yang juga tertentu.
Lalu riuhlah menyimak, mengkaji, mendebat setiap hukum yang mungkin tarik
menarik guna bagi kepentingan elemen yang lain. Dan keberlangsungan proses yang
menjadi tanggung jawab setiap unsur akan terhambat, oleh aspek curiga dan
tendensi masing-masing.
Bila pagi tidak
menyertakan sinar matahari, itu bukan berarti matahari tidak terbit. Pucuk-pucuk
daun yang menanti sinar itu akan tetap berproses, beradaptasi, tanpa perlu
mengotori nuraninya akan prasangka tak berdasar. Sama sekali tidak ada curiga,
karena nuraninya terbebas dari dengki, terbebas dari kelicikan untuk
kepentingan diri atau kelompoknya. Kepercayaan akan tetap mengawali terbitnya
mentari. Kemudian akan menjadi kekuatan
untuk tetap bertahan, meskipun di awal pagi ini HMKB-M lahir tanpa diiringi
oleh sang mentari.
Lalu generasi kalian
yang belajar dari kebobrokan tradisi kuno senior mampu menghimpun kepercayaan
dan harapan dari masing-masing individu saudaramu tilo rlipu a makassar. Ingat,
kegagalan hampir pasti selalu menyertai di dalam setiap lakon interaksimu,
hanya dengan meningkatkan etos kerja yang berbalutkan cinta, yakin dan percaya
pasti kalian akan menikmati hasil kinerjamu. karena cinta yang kalian miliki
menyisakan terlalu banyak tempat untuk menyemai apatisme dalam dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar