Jumat, 25 April 2014

Generasi Emas HMKB-M

Generasi Emas HMKB-M

Beruntunglah karena alam tidak membutuhkan barisan kalimat dalam tumpukan kitab-kitab tebal untuk mencatat semua hukum yang mengelilinginya. Juga tidak menunggu sidang pengadilan dengan embel-embel debat para pengacara yang mencari cela untuk mengakali hasil akhir penerapan hukum yang hendak diberlakukan. Hukum alam berlangsung dengan sendirinya, tanpa perlu persetujuan mereka yang katanya adalah maha raja.

Tidak terbayang bagaimana ruwetnya, bila elemen-elemen di alam tidak saling mempercayai. Maka setiap implikasi dari suatu konsekuensi akan selalu dicurigai sebagai suatu konspirasi untuk tujuan-tujuan tertentu bagi kepentingan yang juga tertentu. Lalu riuhlah menyimak, mengkaji, mendebat setiap hukum yang mungkin tarik menarik guna bagi kepentingan elemen yang lain. Dan keberlangsungan proses yang menjadi tanggung jawab setiap unsur akan terhambat, oleh aspek curiga dan tendensi masing-masing.

Bila pagi tidak menyertakan sinar matahari, itu bukan berarti matahari tidak terbit. Pucuk-pucuk daun yang menanti sinar itu akan tetap berproses, beradaptasi, tanpa perlu mengotori nuraninya akan prasangka tak berdasar. Sama sekali tidak ada curiga, karena nuraninya terbebas dari dengki, terbebas dari kelicikan untuk kepentingan diri atau kelompoknya. Kepercayaan akan tetap mengawali terbitnya mentari. Kemudian  akan menjadi kekuatan untuk tetap bertahan, meskipun di awal pagi ini HMKB-M lahir tanpa diiringi oleh sang mentari.

Lalu generasi kalian yang belajar dari kebobrokan tradisi kuno senior mampu menghimpun kepercayaan dan harapan dari masing-masing individu saudaramu tilo rlipu a makassar. Ingat, kegagalan hampir pasti selalu menyertai di dalam setiap lakon interaksimu, hanya dengan meningkatkan etos kerja yang berbalutkan cinta, yakin dan percaya pasti kalian akan menikmati hasil kinerjamu. karena cinta yang kalian miliki menyisakan terlalu banyak tempat untuk menyemai apatisme dalam dirimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar