Minggu, 04 Mei 2014

Geomorf

Penafsiran Peta Topografi

1 Pendahuluan.

   Pada dasarnya penafsiran peta topografi dapat dikelompokan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu penafsiran secara kualitatif dan kuantitatif. Penafsiran peta kualitatif memfokuskan pada semua aspek dari suatu peta, yaitu aspek kelerengan peta (lereng terjal atau landai), jenis iklim yang ada (beriklim kering atau basah), ada tidaknya kontrol struktur. Pertanyaan pertanyaan tersebut harus dapat dijawab secara baik melalui mengalaman, melalui perbandingan peta yang akan ditafsirkan dengan contoh kenampakan lainnya didalam peta, dan melalui pengamatan kenampakan kenampakan yang bersifat anomali untuk membantu dalam membedakan kenampakan kenampakan yang ada di peta dengan kenampakan lainnya.

Penafsiran kuantitatif adalah penafsiran yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang berbeda. Berapa derajat sudut lerengnya? Berapa nilai kerapatan sungainya (drainage densities) ?; Berapa derajat arah dari bukit yang ada di dalam peta. Meskipun pertanyaan pertanyaannya mirip dengan pertanyaan pada penafsiran kualitatif, namun berbeda dalam hal mengukur panjang suatu obyek, volume, frekuensi dalam analisis. Kedua analisa, baik analisa kualitatif maupun analisa kuantitatif yang dilakukan secara sendiri sendiri sudah cukup untuk memahami suatu peta topografi. Kedua analisa dapat saling menguatkan dalam memahami resistensi batuan dan struktur batuan, proses proses erosi dan pengendapan, dampak waktu terhadap suatu evolusi bentangalam.

2 Metoda Penafsiran Peta Topografi

   Ada dua cara dasar untuk belajar mengenal dan mengidentifikasi kenampakan-kenampakan geologi pada peta topografi, yaitu:

  • Melakukan pengamatan secara teliti terhadap bentuk-bentuk dari struktur geologi yang digambarkan dalam bentuk-bentuk kontur pada peta topografi. Gambaran/ilustrasi dari bentuk-bentuk semacam ini disebut sebagai kunci untuk mengenal dan mengidentifikasi kenampakan geologi.
  • Melalui metoda praktek dan pelatihan sehingga memiliki kemampuan melakukan deduksi dalam mengidentifikasi dan memaknakan kenampakan-kenampakan geologi melalui kajian dengan berbagai kriteria. Cara ini diyakini sangat dibutuhkan dalam melakukan interpretasi.
      Meskipun banyak diilustrasikan disini bahwa kesamaan geologi yang terdapat di banyak tempat di dunia, baik secara stuktur geologi, stratigrafi dan geomorfologi detail serta hubungan diantaranya sangatlah unik. Berikut ini adalah beberapa cara dalam mengenal dan mengidentikasi kenampakan-kenampakan geologi pada peta topografi.
Dalam interpretasi batuan dari peta topografi, hal terpenting yang perlu diamati adalah pola kontur dan aliran sungai.
  • Pola kontur rapat menunjukan batuan keras, dan pola kontur jarang menunjukan batuan lunak atau lepas.
  • Pola kontur yang menutup (melingkar) diantara pola kontur lainnya, menunjukan lebih keras dari batuan sekitarnya.
  • Aliran sungai yang membelok tiba-tiba dapat diakibatkan oleh adanya batuan keras.
  • Kerapatan sungai yang besar, menunjukan bahwa sungai-sungai itu berada pada batuan yang lebih mudah tererosi (lunak). (kerapatan sungai adalah perbandingan antara total panjang sungai-sungai yang berada pada cekungan pengaliran terhadap luas cekungan pengaliran sungai-sungai itu sendiri).
Dalam interpretasi struktur geologi dari peta topografi, hal terpenting adalah pengamatan terhadap pola kontur yang menunjukkan adanya kelurusan atau pembelokan secara tiba-tiba, baik pada pola bukit maupun arah aliran sungai, bentuk-bentuk topografi yang khas, serta pola aliran sungai.


Kenampakan morfologi yang kahs, melalui pola kontur





Referensi

  • Geomorfologi of book, by Djauhari Noor.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar