Jumat, 25 April 2014

Kuonoto Part I

Liburan kecil kaum kusam
Danau tanralili mungkin tak seasing dulu lagi. Sebuah anugrah Tuhan yang hampir tak pernah sepi oleh kunjungan para penikmat alam sejati. pada Jum’at 18 April 2014, sekelompok mahasiswa yang keseluruhan tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kabupaten Buol Makassar menikmati masa liburan kecilnya dengan tujuan danau tanralili kota Malino Kab Gowa Sulawesi Selatan, Liburan kecil ini merupakan hadiah dari yang Kuasa atas sebuah pencapaian generasi mereka. Melalui restorasi yang mereka lakukan, akhirnya Wadah Silaturahim bagi pemuda/i buol kini tidak lagi mati suri.
Berdasarkan ulasan saudara Tarizi(Etar) selaku Kordinator Liburan Part I, melaporkan bahwa tim yang  akan mengikuti liburan kali ini berjumlah 14 orang dengan perempuan terdiri dari (Uny,Ningsih,Nur) dan Laki-laki (Yudhi,Randy,Pikong,Aswin,Etar,Reza,Imam,Emil,Dedy,Irwin,Safar). Adanya beberapa persiapan serta kendala-kendala yang mereka hadapi sehingga tim baru meninggalkan Kediaman Ketua Umum sekitar pukul ±19.30 WITA, ruas Jalan poros yang menghubungkan Kota Makassar & kabupaten Gowa terpantau ramai dan lancar.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju danau tanralili
Sepanjang perjalannya, sedikit hambatan kerap kali terjadi, lebih-lebih setelah memasuki pedataran tinggi daerah malino yang ditandai oleh perubahan suhu yang sangat dingin. Dengan kondisi jalan yang cukup lebar dan mulus untuk dilalui sehingga tim tiba di kota malino tepat, pada pukul ± 22.00 Wita, sembari melakukan aklimatisasi dengan keadaan suhu setempat, tim mengepak kembali barang-barang mereka dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju dusun terakhir, sebelum  perjalan dilanjutkan kedanau tanralili yang insyallah dilanjutkan ke esokan harinya.


Disela-sela lelahnya perjalanan, tim sesekali melakukan sesi pemotretan


Berdasarkan arahan saudara Etar Pukul 23.23 WITA tim meninggalkan kota malino menuju dusun Lengkes dengan jarak tempuh ± 1 jam. Pada pukul 00.24 Wita Akhirnya tim tiba di Pos Pemantauan longsor bawakaraeng dusun Lengkes. Tempat tersebut dijadikan tempat peristrahatan oleh tim. Sembari merapikan parkiran barisan kendaraan, sebagian dari tim menyiapkan tempat peristrahatan yang baik (tenda) dan  tim putri juga tidak mw kalah dengan kesibukan yang sangat berguna, yakni menyiapkan kopi guna kehangatan tubuh bagi para tim lainnya,,,"Sungguh jalinan kerja sama yang baik"! Hembusan angin yang berselimutkan kabut dan nyayian serangga semakin meninabobokan kami..
Sabtu pagi pukul 06.00 Wita indahnya panorama Dusun Lengkes mulai memancarkan sinarnya megahnya, kekaguman nampak dari raut wajah kami, masyarakatnya yang ramah menambah hikmatnya keindahan Dusun Lengkes. ± 2 jam setelah menghabiskan waktu dengan sarapan di Dusun Lengkes, Kami mulai melanjutkan perjalanan menuju Danau Tanralili, tepat pada pukul ± 08.00 Wita, diawali dengan D'oa tim mulai melangkahkan kaki  menapaki jalan sempit yang beralaskan batu.
Kondisi medan yang terjal dan berbatu, menjadikan tantangan tersendiri

Dua puluh menit telah berlalu, candaan dan guraan dari saudara Yudhi,Aswin beserta kawan-kawan yang berasal dari kompi sukaria memecahkan suasana yang berbalutkan lelah. Hentakan Kaki kiri dan kanan yang kian bekerja diluar dari biasanya menjadi tantangan tersendiri bagi tim kami.
Kondisi medan yang sangat ekstrim akan terlewatkan begitu saja apabila tim mulai mendokumentasikan perjalannya,  seketika raup wajah yang penuh lelah tertutupi oleh senyum ceria dari para pemuda yang sangat luar biasa. Tidak terasa setelah  menempuh perjalanan ± 2 jam, akhirnya tim   tiba di danau tanralili, Keindahan panorama Alamnya yang khas telah membayar semua lelah yang dilalui.

                 

Dari balik kabut yang tebal serta bertaburkan bebatuan raksasa yang berdiri tegak dihadapan kami, tersirat sebuah kekaguman akan kejelasan kuasa Tuhan, semoga melalui sepenggal perjalanan ini, sedikit menyisahkan bekas yang teramat bermanfaat bagi kita!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar